ilustrasi(AFP.)
PETENIS Novak Djokovic menyadari betul tingginya gunung yang harus ia daki untuk meraih gelar Grand Slam ke-25 yang bersejarah. Meski begitu, petenis veteran asal Serbia tersebut menegaskan dirinya belum siap untuk "mengibarkan bendera putih" dalam waktu dekat.
Langkah petenis berusia 38 tahun itu menuju semifinal Australia Terbuka tahun ini terbilang unik. Ia mendapatkan tiket empat besar setelah Lorenzo Musetti memutuskan mundur karena cedera saat sedang unggul 6-4, 6-3, 1-3.
Sebelumnya, Djokovic juga melenggang mulus di babak keempat tanpa berkeringat setelah Jakub Mensik mengundurkan diri sebelum laga dimulai.
Kini, "keberuntungan" tersebut akan diuji oleh tembok besar bernama Jannik Sinner. Sang juara bertahan sekaligus petenis nomor dua dunia itu dijadwalkan meladeni Djokovic dalam laga blockbuster di Rod Laver Arena, Jumat esok.
Bagi Djokovic, laga ini adalah misi balas dendam. Ia harus memutus rantai lima kekalahan beruntun dari Sinner jika ingin menapaki final ke-11 di Melbourne. Apalagi, Sinner adalah sosok yang menghentikannya di semifinal Prancis Terbuka dan Wimbledon tahun lalu.
"Saya menciptakan sejarah saya sendiri. Niat dan tujuan saya sangat jelas," tegas Djokovic dikutip dari AFP.
"Apakah mereka (Sinner dan Alcaraz) bermain lebih baik dari saya saat ini? Ya. Tapi bukan berarti saya akan menyerah begitu saja. Saya akan berjuang hingga pukulan terakhir."
Upaya Djokovic melampaui rekor Margaret Court memang kian terjal sejak keberhasilan terakhirnya di AS Terbuka 2023. Dominasi Sinner dan Alcaraz yang menyapu bersih gelar Grand Slam sejak saat itu menjadi penghalang utama.
Di sisi lain, Sinner tetap waspada. Petenis Italia berusia 24 tahun itu enggan meremehkan sang senior. "Dia atlet paling profesional di ruang ganti. Dengan pengalaman segudang, dia tahu cara menangani setiap situasi dengan cara terbaik," puji Sinner.
Pada bagan pertandingan lain, Carlos Alcaraz sedang merajut misinya sendiri: menjadi pria termuda yang meraih Career Grand Slam di usia 22 tahun. Namun, unggulan pertama asal Spanyol itu harus melewati hadangan Alexander Zverev di semifinal.
Zverev, yang kini tampil tanpa rasa sakit setelah sempat dihantam rentetan cedera bahu dan pergelangan kaki, mulai menunjukkan gaya main yang lebih agresif. "Saya telah mengasah permainan ofensif dan servis-voli. Jika itu berjalan lancar, kesuksesan akan datang," kata petenis Jerman itu.
Alcaraz sendiri mengakui level permainan Zverev sedang berada di puncak setelah sempat berlatih bersama sebelum turnamen dimulai. "Ini akan menjadi pertempuran hebat. Jika dia ingin mengalahkan saya, dia harus berkeringat deras di lapangan," pungkas Alcaraz. (Ndf/P-3)

9 hours ago
7




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324168/original/096678300_1755843657-20250822-Lisa_M-HEL_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443761/original/078454700_1765723733-WhatsApp_Image_2025-12-14_at_9.16.12_PM.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4253782/original/008523100_1670476796-Jepretan_Layar_2022-12-08_pukul_12.17.44.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441608/original/097173700_1765512994-Gemini_Generated_Image_u3eda8u3eda8u3ed.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429445/original/083061300_1764587356-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_17.57.57.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306446/original/054544500_1754390662-dongker_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220034/original/044331700_1667975023-314485225_832968064621336_442946923791092841_n.jpg)





