Kopi Tanpa Gula Tetap Bisa Naikkan Kolesterol, Kok Bisa?

23 hours ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Minum kopi tanpa gula kerap dianggap pilihan paling aman bagi kesehatan. Selain rendah kalori, kopi hitam juga dikenal kaya antioksidan dan dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis. Namun, di balik manfaat tersebut, riset ilmiah menunjukkan fakta menarik. Kopi tanpa gula tetap berpotensi meningkatkan kadar kolesterol darah.

Data global mencatat konsumsi kopi dunia mencapai sekitar 2,25 miliar cangkir per hari. Indonesia pun masuk 10 besar negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia, mencapai 4,8 juta kantong pada periode 2024/2025. Tak heran jika kopi kini bukan sekadar minuman pengusir kantuk, melainkan bagian dari gaya hidup.

Menurut Dosen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI), Apt. Erny Sagita MFarm PhD, kopi merupakan campuran kompleks yang mengandung lebih dari seribu senyawa bioaktif. Salah satu yang paling dikenal adalah kafein. Namun, senyawa inilah yang sering disalahpahami sebagai penyebab naiknya kolesterol.

"Peningkatan kolesterol akibat kopi bukan disebabkan oleh kafein, melainkan oleh senyawa lipid alami yang disebut diterpen, terutama cafestol dan kahweol," kata Erny dikutip dari Antara pada Selasa, 3 Februari 2026.

Paradoks kopi ini telah diamati dalam berbagai penelitian selama lebih dari tiga dekade. Konsumsi kopi tertentu terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol jahat (LDL), terutama bila dikonsumsi dalam jumlah besar dan jangka panjang.

Erny, menjelaskan, cafestol dan kahweol bersifat sangat lipofilik atau mudah larut dalam lemak. Senyawa ini bekerja di hati dengan menghambat enzim pembentukan asam empedu dari kolesterol. Akibatnya, kolesterol tidak terpakai secara optimal dan menumpuk di dalam tubuh.

"Ketika pembentukan asam empedu terhambat, hati menurunkan jumlah reseptor LDL. Ini membuat pembersihan kolesterol jahat dari darah menjadi tidak efisien," ujarnya.

Read Entire Article