Pengawasan Pajak di 2026 Diproyeksikan Semakin Menguat

14 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pengawasan Pajak di 2026 Diproyeksikan Semakin Menguat Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGAWASAN dan pemeriksaan pajak terhadap perusahaan diproyeksikan semakin intensif pada 2026 seiring berlakunya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 15 Tahun 2025 dan PMK No. 111 Tahun 2025. One Community Consultant (OCC) menilai, kondisi ini menuntut perusahaan untuk memperkuat kepatuhan pajak berbasis konsistensi antara laporan keuangan dan pelaporan pajak melalui pendekatan tax follows accounting.

Senior Associate OCC Ariel Sharon menyampaikan bahwa sepanjang 2025 telah terjadi peningkatan pengawasan pajak dan tren tersebut diperkirakan berlanjut pada 2026. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat basis penerimaan negara serta mengoptimalkan kepatuhan Wajib Pajak.

“Pengawasan yang meningkat tidak terlepas dari pemanfaatan data dan informasi lintas instansi, lembaga, asosiasi dan pihak lain (ILAP) serta implementasi sistem Coretax yang mengintegrasikan proses bisnis perpajakan,” ungkapnya di Kantor OCC, Kawasan Jakarta Barat, dilansir dari keterangannya, Kamis (29/1). 

Ia menjelaskan, Coretax memungkinkan otoritas pajak melakukan pengujian kepatuhan secara lebih terintegrasi dan berbasis data, sehingga perbedaan antara laporan keuangan dan laporan pajak menjadi lebih mudah terdeteksi.

Ariel menyoroti perubahan signifikan dalam mekanisme pemeriksaan pajak melalui PMK 15/2025. Aturan tersebut memangkas jangka waktu pemeriksaan menjadi satu hingga lima bulan, lebih singkat dibandingkan ketentuan sebelumnya yang mencapai enam hingga dua belas bulan. 

Menurutnya, percepatan tersebut memberikan kepastian hukum yang lebih cepat bagi dunia usaha. Namun, disisi lain, perusahaan dituntut untuk memiliki kesiapan data, administrasi dan dokumentasi yang lebih baik dalam waktu yang relatif terbatas. 

“Pemeriksaan pajak dapat mencakup pembukuan hingga lima tahun ke belakang. Tantangan yang sering dihadapi perusahaan adalah kesiapan dokumen, terutama ketika terjadi pergantian staf atau perpindahan kantor,” jelasnya.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, OCC mendorong perusahaan untuk menerapkan accounting treatment atau tax follows accounting yang menitikberatkan pada tax compliance, yakni memastikan bahwa pengakuan transaksi dan pencatatan dalam laporan keuangan telah selaras dengan pelaporan pajak. Ariel menjelaskan bahwa accounting treatment yang diterapkan OCC adalah dengan memastikan laporan keuangan perusahaan telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku serta penyesuaian regulasi perpajakan terbaru. 

Dengan demikian, Wajib Pajak cukup memastikan pengakuan transaksi, pencatatan dan dokumentasi telah konsisten. Melalui pendekatan ini, perusahaan diharapkan melakukan analisis konsistensi antara SPT Masa PPN, SPT Masa PPh dan SPT Tahunan dengan laporan keuangan. 

Ketidaksesuaian angka pelaporan dinilai dapat menjadi indikator awal potensi risiko pajak. “Jika akumulasi pelaporan bulanan tidak sesuai dengan pelaporan tahunan, perusahaan perlu menelusuri apakah terdapat kesalahan pencatatan akuntansi atau pengakuan pajak,” kata Ariel.

Selain konsistensi angka, ia menekankan pentingnya disiplin dokumentasi. Dalam pemeriksaan, DJP menilai kewajaran pelaporan berdasarkan data dan bukti yang tersedia, termasuk pada transaksi afiliasi dan transaksi non-rutin.

Ariel menambahkan, prinsip tax follows accounting relevan tidak hanya bagi korporasi besar, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Bagi UMKM, pencatatan sederhana melalui aplikasi akuntansi dinilai dapat membantu menjaga keteraturan pembukuan dan dokumentasi.    

“Pada dasarnya, hulu pajak berasal dari akuntansi. Jika pencatatan dan dokumentasi tertib, kepatuhan pajak akan lebih mudah dijaga,” pungkasnya. 

Hal fundamental itu membuat layanan taxation services, accounting services, dan advisory services OCC dirancang untuk mendukung kepatuhan, efisiensi serta pengambilan keputusan strategis kepada Wajib Pajak. OCC tidak hanya fokus pada pemenuhan kewajiban, melainkan pada optimalisasi mitigasi risiko.(H-2)

Read Entire Article