Trauma Mendalam Masih Membelenggu Korban Bencana di Tapteng

1 month ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Trauma Mendalam Masih Membelenggu Korban Bencana di Tapteng Wajah lelah dan tatapan kosong Oppu Inces di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (6/12), memperlihatkan trauma psikologis yang masih dirasakan warga pascabencana banjir dan longsor.( MI/Januari Hutabarat. )

AIR banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memang telah surut. Aliran sungai kembali tenang, jalan-jalan perlahan dibersihkan dari lumpur dan puing. 

Namun, bagi ribuan warga terdampak, bencana itu belum benar-benar berakhir. Luka fisik boleh saja mengering, tetapi trauma masih menetap sunyi, dalam, dan perlahan menggerogoti harapan akan masa depan.

Seperti dipantau Media Indonesia di sejumlah lokasi terdampak, Sabtu (6/12). Tampak wajah-wajah warga yang seakan tertahan di antara masa lalu yang traumatis dan masa depan yang belum pasti. Ingatan tentang malam kelam saat air bah bercampur lumpur dan batang kayu menerjang permukiman masih membekas kuat menghancurkan rumah, menyapu harta benda, dan merenggut rasa aman yang selama ini mereka miliki.

Di pengungsian, kesunyian kerap lebih dominan daripada percakapan. Banyak warga terdiam lama ketika diajak berbincang. Bukan karena enggan berbagi, melainkan karena trauma membuat kata-kata terasa berat untuk dilafalkan. Sebagian mencoba bercerita, namun kisah itu sering berujung pada tangisan yang pecah tanpa suara.

Bencana ini bukan hanya merobohkan bangunan dan infrastruktur, tetapi juga memukul ketahanan psikologis masyarakat. Rasa waswas setiap kali hujan turun, ketakutan mendengar gemuruh air, hingga kecemasan berlebih tampak jelas, terutama pada anak-anak dan lansia yang menyaksikan langsung kedahsyatan bencana.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada pemulihan fisik semata. Pendampingan psikososial dan pemulihan kesehatan jiwa sama mendesaknya dengan pembangunan jalan, jembatan, dan rumah. Tanpa itu, warga akan terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan, meski bangunan baru kelak kembali berdiri.

BANYAK TERDIAM
Oppu Inces Simbolon, 55, warga Desa Hutagodang, Kecamatan Sibuluan Nauli, menjadi potret nyata trauma tersebut. Saat ditemui di pengungsian GOR Pandan, Sabtu (6/12), ia lebih banyak terdiam. 
Tatapannya kosong, seolah masih tertuju pada kampung halamannya yang kini tinggal cerita jauh dari keramaian dan riuh tawa anak-anak.

Dengan suara lirih nyaris tak terdengar, ia menuturkan kepedihannya. “Kampung halaman saya sudah habis. Rumah yang saya bangun dengan jerih payah tertutup material longsor. Ke mana lagi kami harus pergi bersama anak-anak? Apakah masih ada yang memikirkan nasib kami,” keluhnya.

Ia mengaku kehilangan hampir segalanya. “Untuk mendirikan rumah kembali, kami tidak sanggup. Listrik dan jaringan telepon seluler yang jelas-jelas kami bayar pun belum sepenuhnya pulih. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana kami bisa bangkit?” ujarnya terbata-bata.

Bantuan makanan dan minuman, menurutnya, memang menyelamatkan mereka dari kelaparan. Namun, bantuan itu belum mampu menjawab kegelisahan yang lebih dalam tentang masa depan, tempat tinggal, dan kepastian hidup setelah bencana memporak-porandakan harapan.

“Kami bersyukur. Tapi setiap malam kami selalu bertanya, besok bagaimana,” katanya pelan, sebelum berlalu meninggalkan area pengungsian dengan langkah tertatih.

Kesaksian Oppu Inces Simbolon merupakan suara ribuan warga Tapanuli Tengah lainnya yang mungkin tak lantang, namun sarat makna. Suara yang menanti kehadiran nyata negara, bukan hanya dalam bentuk logistik, melainkan empati, keberpihakan, dan jaminan bahwa mereka tidak dibiarkan pulang ke ketidakpastian. (H-1)

Read Entire Article