Ilustrasi(Dok Wellfemme)
GELOMBANG diskusi mengenai kesehatan reproduksi wanita kembali mencuat di awal tahun 2026. Bukan tentang kehamilan, melainkan fenomena Perimenopause atau masa transisi menuju menopause yang kini dilaporkan makin banyak dialami wanita urban mulai usia 35 hingga 40-an tahun. Dokter spesialis kandungan (Obgyn) memperingatkan agar kaum hawa tidak mengabaikan perubahan fisik dan mental yang sering disalahartikan sebagai stres biasa.
Perimenopause adalah fase di mana ovarium mulai memproduksi lebih sedikit estrogen secara bertahap. Fase ini bisa berlangsung selama 4 hingga 10 tahun sebelum menopause yang sebenarnya terjadi. Masalahnya, banyak wanita tidak menyadari bahwa gejala seperti kecemasan berlebih (anxiety), sulit tidur, hingga jantung berdebar adalah tanda awal fluktuasi hormon ini, bukan sekadar kelelahan kerja.
Bukan Sekadar 'Hot Flashes'
Jika selama ini menopause identik dengan semburan panas (hot flashes), perimenopause memiliki wajah yang lebih 'samar'. Dr. Rina Kusuma, Sp.OG, dalam sebuah seminar kesehatan di Jakarta Selatan, Kamis (29/1), menyebutkan bahwa gejala psikis justru sering muncul lebih dulu dibanding gangguan siklus haid.
"Banyak pasien datang ke psikiater karena merasa depresi atau 'brain fog' (sulit konsentrasi), padahal akarnya adalah penurunan estrogen. Ini yang kita sebut 'Pubertas Kedua' atau perimenopause. Edukasi ini penting agar penanganannya tepat sasaran," ungkapnya.
Ceklis Gejala Perimenopause (Fase Awal)
Jika Anda mengalami 3 dari gejala berikut di usia 35+, segera konsultasi medis:
| • Siklus haid memendek/memanjang | • Brain Fog (Sering lupa mendadak) |
| • Nyeri sendi tanpa sebab | • Mudah marah (Mood swings ekstrim) |
| • Jantung berdebar (Palpitasi) | • Gangguan tidur / Insomnia |
| • Vagina kering / Libido turun | • Kecemasan (Anxiety) meningkat |
| • Rambut rontok & kulit kering | • Rasa lelah kronis |
Kementerian Kesehatan RI juga mulai menggalakkan kampanye kesehatan wanita paruh baya, mengingat perimenopause yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular di masa depan. Para ahli menyarankan wanita usia 35 tahun ke atas untuk mulai memperbaiki gaya hidup dengan mengurangi kafein, rutin olahraga beban, dan mempertimbangkan asupan kalsium serta vitamin D yang cukup.

15 hours ago
2




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324168/original/096678300_1755843657-20250822-Lisa_M-HEL_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443761/original/078454700_1765723733-WhatsApp_Image_2025-12-14_at_9.16.12_PM.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4253782/original/008523100_1670476796-Jepretan_Layar_2022-12-08_pukul_12.17.44.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429445/original/083061300_1764587356-WhatsApp_Image_2025-12-01_at_17.57.57.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441608/original/097173700_1765512994-Gemini_Generated_Image_u3eda8u3eda8u3ed.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306446/original/054544500_1754390662-dongker_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220034/original/044331700_1667975023-314485225_832968064621336_442946923791092841_n.jpg)




