Virus Nipah Terdeteksi di Kelelawar Indonesia

12 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan ihwal kemunculan virus Nipah yang menyebar di Asia Tenggara dan Asia Selatan. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Tjandra mengatakan kasus virus Nipah saat ini hanya terjadi di India, meski sebelumnya pernah terjadi di Malaysia, Singapura, Filipina dan Bangladesh. Diketahui penyakit ini bermula dari kelelawar buah genus Pteropus, yang kemudian menular ke manusia. Penularan terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui makanan terkontaminasi.

“Walaupun memang tidak ada kasus pada manusia di negara kita, tetapi baik kita ketahui tentang tiga publikasi ilmiah virus Nipah pada kelelawar di beberapa provinsi kita, berdasarkan penelitian ahli-ahli kita,” kata Tjandra kepada Tempo, 6 Januari 2026.

Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Indrawati Sendow, Atik Ratnawati, Trevor Taylor yang dipublikasikan di  jurnal ilmiah internasional Plos pada Juli 2013. Judul penelitian “Nipah Virus in the Fruit Bat Pteropus vampyrus in Sumatera, Indonesia”, membeberkan laporan bukti molekuler pertama bahwa virus Nipah memang beredar di populasi kelelawar buah Pteropus vampyrus di Sumatera. 

“Virus ini tidak dapat dibedakan dari virus yang terdeteksi pada kelelawar Pteropus  vampyrus di Semenanjung Malaysia," kata Tjandra. 

Adjunct Professor Griffith University Australia ini mengatakan, analisis penelitian tersebut menunjukkan bahwa sekuens nukleotida Indonesia dan Malaysia lebih selaras satu sama lain daripada dengan sekuens Bangladesh atau India. 

Penelitian kedua dilakukan Dimas Bagus Wicaksono Putro, Arief Mulyono, dan rekan peneliti lain. Mereka meneliti 64 kelelawar buah dari pasar hewan di Yogyakarta (37 kelelawar) dan di Magelang (27 kelelawar). 

Dari 64 kelelawar ini ditemukan dua kelelawar positif virus Nipah di Magelang. Penelitian ini dipublikasi pada jurnal ilmiah “Emerging Infectious Diseases” pada April 2025 dengan judul “Nipah Virus Detection in Pteropus hypomelanus Bats, Central Java, Indonesia”.

Tjandra mengatakan analisis filogenetik selanjutnya menemukan bahwa kelelawar yang positif ini di Magelang adalah genotip Malaysia. Genotip ini berkerabat dengan virus Nipah dari kelelawar Pteropus di Kamboja dan kelelawar Pteropus hypomelanus di Thailand. 

“Peneliti ini menyatakan bahwa temuan ilmiah mereka menunjukkan adanya hubungan genetika yang kuat pada virus Nipah di Asia Tenggara dan mengindikasikan kemungkinan adanya transmisi regional,” ujar Tjandra. 

Penelitian ketiga dilakukan Indrawati Sendow, Hume Field dan rekan sejawat. Mereka melakukan penelitian serologi yang menyimpulkan bahwa infeksi Nipah telah terjadi pada kalong kelelawar Pteropus vampyrus di Indonesia. Namun infeksi virus Nipah pada babi belum terjadi. 

Penelitian ini berjudul “Seroepidemiologi Nipah Virus pada Kalong Dan Ternak Babi di Beberapa Wilayah di Indonesia” yang dipublikasi pada “Indonesian Journal of Biology”. Tjandra mengatakan para peneliti menegaskan bahwa dengan ditemukannya reaktor Nipah pada kelelawar Pteropus vampyrus tetapi tidak pada babi di Indonesia, tidak berarti bahwa ternak babi aman dari infeksi Nipah. 

“Semua hasil penelitian di atas kembali menegaskan pentingnya pendekatan satu kesehatan atau ‘One Health’, yaitu mengkoordinasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan di negara kita,” kata Tjandra. 

Kasus virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia, namun pengelola Bandara Internasional Ahmad Yani bersama Balai Karantina Kesehatan Kelas I Semarang mengantisipasi dengan mengecek suhu badan penumpang kedatangan internasional.

"Sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah tanggal 30 Januari 2026," kata Branch Communication & CSR Department Head Bandara Ahmad Yani, Arif Haryanto, pada Kamis, 5 Februari 2026.

Pengukuran suhu tubuh setiap penumpang kedatangan internasional menggunakan thermal scanner. "Thermal scanner ini berlokasi di area kedatangan penumpang internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang," ujarnya.

Arif mengatakan penumpang penerbangan internasional juga diwajibkan mengisi aplikasi All Indonesia. Selanjutnya, penumpang yang terdeteksi bersuhu tubuh di atas ambang batas akan menjalani pemantauan.

"Petugas akan melakukan observasi dan pemeriksaan lanjutan untuk penumpang yang terpantau demam pada thermal scanner serta penumpang yang sakit saat kedatangan," tutur dia.

Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan belum ditemukan kasus virus nipah di Jakarta. Pemerintah provinsi, kata dia, akan terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi penularan penyakit tersebut.

“Virus nipah sampai hari ini di Jakarta belum ditemukan. Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan dan meminta Dinas Kesehatan segera melakukan langkah antisipasi,” kata Pramono, ditemui di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa, 3 Februari 2026.

Pramono meminta jajaran pemerintah daerah merespons cepat setiap potensi ancaman penyakit menular agar tidak berkembang di Ibu Kota.

Adapun gejala Infeksi virus Nipah pada fase awal antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, sakit tenggorokan. Gejala fase lanjut berupa kesulitan bernafas, pneumonia, adang otak (ensefalitis). 

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan tingkat kematian virus Nipah mencapai 40–75 persen.

“Artinya, kalau paling rendah 4 dari 10 orang yang terjangkit virus Nipah meninggal. Atau 7 dari 10  orang meninggal,” kata epidemiolog Griffith University Dicky Budiman akhir Januari 2026.

Kementerian Kesehatan telah meminta rumah sakit dan dinas kesehatan kabupaten dan kota mulai mewaspadai virus nipah di daerah masing-masing. Peringatan disampaikan melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah. Surat tersebut diterbitkan pada 30 Januari 2026. 

Melalui surat itu, Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami menginstruksikan seluruh perangkat penyedia fasilitas kesehatan melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi adanya penularan kasus tersebut. 

“Disampaikan kepada kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten, kepala UPT bidang kekarantinaan kesehatan, pimpinan rumah sakit, kepala puskesmas, dan kepala laboratorium kesehatan masyarakat di Indonesia untuk melaksanakan langkah-langkah antisipatif,” kata Murti.

Murti menjelaskan, penyakit virus nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus Nipah, anggota genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini disebut memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp).

Menurut Murti, virus ini bisa menular kepada manusia secara langsung atau melalui perantara hewan lain seperti babi, serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus seperti buah atau nira. Penularan antar manusia juga memungkinkan terutama melalui kontak erat dengan penderita. 

Adapun manifestasi penyakit nipah bervariasi, mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis yang dapat berakibat kematian.

Jamal Abdun Nashr, Dani Aswara, Alif Ilham Fajriadi, Nasyita, Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article