Jakarta (ANTARA) - Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) resmi meluncurkan agenda 2026 dengan mengusung penguatan integrasi ekonomi dan kerja sama kawasan di tengah tantangan global.
Para pejabat tinggi dari 21 anggota ekonomi (member economies) APEC tengah berkumpul di Guangzhou, China, untuk menghadiri rangkaian pertemuan pada 1–10 Februari.
Sekretariat APEC, melalui pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (3/2), menyatakan bahwa China selaku tuan rumah mengusung tema "Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama."
Tema tersebut menegaskan komitmen negara itu untuk memperdalam integrasi kawasan serta mempercepat kerja sama di Asia-Pasifik, kawasan ekonomi yang dinilai paling dinamis di dunia.
"Prioritas kami — keterbukaan, inovasi, dan kerja sama — mencerminkan aspirasi bersama kawasan untuk meningkatkan integrasi ekonomi, memanfaatkan peluang digital, serta bersama-sama menghadapi tantangan global dan regional yang mendesak," kata Ketua Pertemuan Pejabat Senior APEC 2026, Chen Xu.
Ia menuturkan bahwa APEC 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh anggota ekonomi untuk memperkuat persatuan, memperdalam kerja sama, dan mendorong kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik.
Baca juga: ISOM setujui proposal China soal tema dan prioritas APEC 2026
"China siap memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah dengan bekerja bersama seluruh pihak untuk mendorong terwujudnya komunitas Asia-Pasifik," ujarnya.
Sekitar 60 pertemuan, lokakarya, simposium, dan sidang komite akan digelar selama klaster pertemuan 10 hari tersebut, yang mencakup seluruh kebijakan APEC.
Agenda pembahasan meliputi pemberantasan korupsi, transformasi digital, daya saing sektor jasa, keberlanjutan kelautan, investasi, hingga modernisasi kepabeanan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Sekretariat APEC Eduardo Pedrosa mengatakan bahwa puluhan pertemuan itu bertujuan menetapkan arah kerja untuk menyelaraskan langkah-langkah praktis.
Langkah tersebut, menurut dia, diarahkan untuk memperkuat pertumbuhan, meningkatkan daya saing, serta memperluas peluang ekonomi di seluruh kawasan Asia-Pasifik.
"Aktivitas di Guangzhou, mulai dari perdagangan, digital, dan jasa hingga ketahanan pangan serta pemberantasan korupsi, menunjukkan respons ekonomi-ekonomi APEC terhadap tantangan global melalui solusi konkret dan kerja sama," kata Pedrosa.
Baca juga: Albanese: Kemakmuran Australia bergantung pada ekonomi Asia-Pasifik
Sepanjang gelaran APEC 2026, sejumlah kelompok inti APEC akan bersidang bersama berbagai forum lainnya guna membahas tantangan kebijakan yang krusial bagi pertumbuhan dan ketahanan kawasan.
Salah satunya, Komite Perdagangan dan Investasi (CTI), akan membahas prioritas 2026, termasuk dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral, fasilitasi perdagangan, dan integrasi ekonomi kawasan.
Melalui dialog yang ekstensif, anggota APEC menargetkan tercapainya konsensus yang lebih luas dan hasil nyata dalam menjunjung regionalisme terbuka, memajukan proses Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (FTAAP), serta memperdalam kerja sama transformasi hijau dan rendah karbon.
Kelompok Pengarah Ekonomi Digital juga akan bersidang untuk membahas arus data, perangkat digital, keamanan siber, serta teknologi baru, khususnya kecerdasan buatan.
Pembahasan tersebut ditujukan untuk memperkuat upaya APEC dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan ekonomi digital di kawasan.
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 21 anggota ekonomi APEC, bersama negara lain seperti Malaysia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Baca juga: APEC bahas tantangan ekonomi digital di Guangzhou
Baca juga: Pertemuan Menteri Perdagangan APEC 2026 digelar di Suzhou
Prabowo serukan perdagangan bebas yang adil dan setara di KTT APEC
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





















:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443764/original/087417800_1765723952-Ada_robot_AI_bisa_kung_fu_di_Oppo_Flagship_Store_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324168/original/096678300_1755843657-20250822-Lisa_M-HEL_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4253782/original/008523100_1670476796-Jepretan_Layar_2022-12-08_pukul_12.17.44.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443761/original/078454700_1765723733-WhatsApp_Image_2025-12-14_at_9.16.12_PM.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441608/original/097173700_1765512994-Gemini_Generated_Image_u3eda8u3eda8u3ed.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220034/original/044331700_1667975023-314485225_832968064621336_442946923791092841_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5306446/original/054544500_1754390662-dongker_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388519/original/092722000_1761122784-h.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460153/original/075126300_1767237370-Jack-of-all-trades_KV_16x9_3840x2160.png)



