Liputan6.com, Jakarta Arsenal akhirnya memenangkan persaingan dengan Tottenham Hotspur untuk mendapatkan bek Bayer Leverkusen, Piero Hincapie. Transfer ini berlangsung dengan skema pinjaman plus kewajiban membeli.
Langkah ini kembali menegaskan dominasi Arsenal atas rival sekotanya dalam bursa transfer. Sebelumnya, The Gunners juga sukses mengalahkan Spurs saat mendatangkan Eberechi Eze.
Musim lalu, Arsenal gagal meraih gelar Premier League setelah kalah bersaing dengan Liverpool. Kini, mereka bergerak cepat di pasar transfer untuk memperkuat skuad Mikel Arteta.
Selain Eze, Arsenal juga telah merekrut Viktor Gyokeres, Martin Zubimendi, Noni Madueke, Christian Norgaard, Cristhian Mosquera, dan Kepa Arrizabalaga. Aktivitas belanja besar ini menunjukkan ambisi besar mereka musim ini.
Detail Transfer Piero Hincapie
Menurut laporan David Ornstein dari The Athletic, Arsenal dan Leverkusen sudah mencapai kesepakatan resmi. Bek asal Ekuador itu dipinjamkan semusim dengan kewajiban membeli pada musim panas mendatang.
Kesepakatan ini disertai klausul 10% penjualan kembali, membuatnya menjadi investasi jangka panjang. Hincapie juga sudah menandatangani kontrak jangka panjang dengan The Gunners.
Transfer ini memungkinkan Jakub Kiwior hengkang menuju Porto dengan harga 20 juta euro. Kondisi tersebut membuka ruang bagi Hincapie untuk segera beradaptasi di lini belakang Arsenal.
Persaingan Arsenal dan Tottenham
Tottenham sebenarnya sudah lebih dulu mengajukan penawaran untuk Hincapié. Namun, proposal pinjaman dengan kewajiban membeli sesuai klausul pelepasan 60 juta euro ditolak Leverkusen.
Arsenal kemudian masuk dengan tawaran baru yang lebih realistis dan sesuai kondisi pasar. Keinginan Hincapie untuk bergabung dengan tim asuhan Arteta juga mempercepat proses transfer.
Kondisi ini mengulang skenario perekrutan Eberechi Eze yang juga lebih memilih Arsenal. Bagi pendukung Spurs, kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi manajemen klub.
Profil dan Potensi Hincapie
Hincapie adalah bek tengah kidal yang bisa dimainkan sebagai bek kiri. Fleksibilitasnya sangat cocok dengan kebutuhan Arsenal maupun Tottenham.
Meski masih berusia muda, ia sudah berpengalaman di Bundesliga dan kompetisi Eropa. Keahliannya dalam membaca permainan dan duel fisik membuatnya diminati banyak klub besar.
Kepindahannya ke Arsenal memperlihatkan ambisi pribadi sekaligus keinginan berkembang di level tertinggi. Baginya, Liga Inggris menjadi panggung ideal untuk mengukir prestasi baru.