Liputan6.com, Jakarta Jari umumnya dapat menekuk dan kembali lurus dengan baik. Namun, ketika jari ditekuk kemudian sulit untuk kembali diluruskan, bisa jadi ini adalah trigger finger.
Stenosing tenosynovitis alias trigger finger adalah kondisi ketika salah satu jari tangan tersangkut dalam posisi menekuk dan kemudian melurus dengan tiba-tiba. Seperti gerakan pelatuk pistol (trigger) yang ditekan dan dilepaskan.
Menurut dokter spesialis ortopedi traumatologi RS EMC Pekayon, dr. Fredy Arianto, MS(Ortho), Sp.OT., hal ini disebabkan peradangan pada selaput tendon dan penebalan pada mengikat (pulley) tendon. Keluhan ini cukup sering terjadi, terutama pada orang yang sering menggunakan tangan untuk aktivitas berulang.
Gejala awal trigger finger sering kali ringan, tapi bisa memburuk seiring waktu. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
- Rasa nyeri atau ketidaknyamanan di pangkal jari atau telapak tangan
- Bengkak ringan atau benjolan kecil di area pangkal jari
- Jari terasa kaku, terutama di pagi hari
- Jari mengunci dalam posisi menekuk, lalu “terklik” saat diluruskan
- Dalam kasus berat, jari bisa benar-benar terkunci dan tidak bisa diluruskan tanpa bantuan.
Trigger finger dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih umum pada:
- Orang yang melakukan aktivitas tangan berulang, seperti mengetik, menjahit, atau mengangkat beban
- Pekerja manual seperti petani
- Pengidap diabetes atau rheumatoid arthritis
- Wanita, terutama usia 40–60 tahun.
Beredar kembali di media sosial postingan cara menyembuhkan sakit gigi dengan memijat bagian jari jempol kaki. Postingan cara menyembuhkan sakit gigi dengan memijat bagian jari jempol kaki adalah tidak terbukti. Faktanya, sebagian besar masalah sakit...