GELOMBANG demo meluas menyusul tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tengah bertugas mengantar makanan, ditabrak dan dilindas kendaraan taktis Brimob saat gelaran demo Kamis lalu. Peristiwa tersebut berbuntut desakan agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo mundur dari jabatannya.
Tuntutan para demonstran dan masyarakat ini merefleksikan tingginya tekanan dan kepercayaan yang menurun terhadap institusi kepolisian.
Pelantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri
Presiden Joko Widodo kala itu melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada Rabu, 27 Januari 2021 di Istana Negara. Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa jabatan Listyo Sigit dalam memimpin institusi kepolisian menggantikan Jenderal Idham Azis. Saat pelantikan, Listo mengucapkan sumpah jabatan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Demi Tuhan Yang Maha Esa, saya berjanji dengan bersungguh-sungguh, bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar, serta akan menjalankan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya."
Pelantikan Listyo Sigit sebagai Kapolri turut diiringi dengan kenaikan pangkatnya menjadi Jenderal Polisi. Kenaikan pangkat ini ditetapkan melalui Keputusan Nomor 7 Polri Tahun 2021 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Tinggi Polri, yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden. Penetapan tersebut merupakan bagian dari proses administrasi yang mengukuhkan perubahan status Listyo Sigit dari Komisaris Jenderal menjadi Jenderal Polisi.
4 Janji Kapolri
Setelah resmi dilantik jadi Kapolri, Listyo Sigit Prabowo menyampaikan 4 janji sebagai komitmen untuk memimpin institusi kepolisian, yaitu sebagai berikut.
1. Menampilkan Wajah Polri yang Tegas namun Humanis
Listyo Sigit berkomitmen menghadirkan sosok kepolisian yang dapat bersikap tegas dalam penegakan hukum, tetapi tetap mengedepankan pendekatan yang humanis. Hal ini diarahkan untuk menyesuaikan dengan ekspektasi masyarakat terhadap aparat yang tidak hanya berwenang, tetapi juga mampu memberikan rasa aman. Dengan cara tersebut, diharapkan hubungan antara kepolisian dan masyarakat dapat berjalan lebih harmonis.
2. Memberikan Layanan Publik yang Transparan dan Berkeadilan
Listyo Sigit merencanakan peningkatan pelayanan publik dengan prinsip keterbukaan dan keadilan. Setiap proses penegakan hukum diharapkan dapat berjalan secara transparan sehingga dapat diawasi oleh masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi yang ditetapkan melalui sejumlah program strategis di internal kepolisian.
3. Menegakkan Protokol Kesehatan Selama Pandemi Covid-19
Dalam situasi pandemi saat itu, Listyo Sigit menegaskan komitmen untuk memastikan kedisiplinan masyarakat terhadap aturan protokol kesehatan. Kepolisian diarahkan untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui langkah pengawasan yang tegas. Kebijakan ini diambil sejalan dengan prioritas nasional dalam melindungi keselamatan masyarakat.
4. Mengawal Stabilitas Keamanan untuk Pemulihan Ekonomi
Janji terakhir berkaitan dengan dukungan Polri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas keamanan dianggap penting untuk mendorong kegiatan ekonomi yang sempat melambat akibat pandemi. Dengan situasi yang kondusif, diharapkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.