PANGLIMA Kodam atau Pangdam Jaya Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia Deddy Suryadi membantah kabar bahwa ia mengusulkan kondisi darurat di Ibu Kota diserahkan kepada TNI. “Enggak ada usulan itu, ngarang-ngarang, enggak ada. Kita semua harus kerja bersama sesuai dengan tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) masing-masing,” kata Deddy saat dihubungi Tempo, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Isu rekomendasi Pangdam Jaya itu mencuat setelah beredar kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat darurat, menyusul penyerangan ke Markas Gegana Korps Brigade Mobil atau Brimob di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Agustus 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam kabar yang beredar itu disebutkan bahwa Pangdam mengusulkan kondisi pengendalian diserahkan kepada TNI.
Deddy menegaskan, hubungan TNI dan Polri tetap sesuai dengan peran masing-masing. “Ya, sama aja seperti polisi penegakan hukum, TNI pertahanan. Itu aja kan kami mem-backup juga. Kalaupun kemarin ada kejadian-kejadian, kan itu semua diserahkan sama pimpinan,” ujarnya.
Sebelumnya, sekitar pukul 19.30 WIB, ratusan pengunjuk rasa merangsek masuk ke Markas Gegana Brimob. Pantauan Tempo menunjukkan markas itu dalam keadaan kosong dan lampu padam. Demonstran melempari bangunan dengan batu dan petasan sebelum masuk, lalu menjarah sejumlah perlengkapan polisi, di antaranya tameng dan pelindung badan.
Serangan itu merupakan bagian dari gelombang aksi solidaritas pengemudi ojek online (ojol) atas kematian Affan Kurniawan, 21 tahun, yang tewas setelah dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada Kamis 28 Agustus 2025.
Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri telah menyebutkan tujuh nama polisi yang diduga melindas Affan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam.
"Tujuh nama tersebut adalah Aipda M. Rohyani, Briptu Danang, Bripda Mardin, Baraka Jana Edi, Baraka Yohanes David, Bripka Rohmat, dan Kompol Cosmas Kaju," kata Asep di depan para mahasiswa di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 29 Agustus.
Pilihan Editor: Di Balik Bentrokan TNI Vs Polri di Sorong